khazanah alam

dianugerahkan untuk kita menikmatinya....perlu dipelajari, diperbaiki dan dipelihara untuk diturunkan buat generasi seterusnya......tentunya kita tidak mahu dipersalahkan oleh generasi akan datang sebagaimana kita cuba menunding jari ke generasi sebelum ini......fikirkanlah.....

Friday, 3 August 2012

khasiat herbal buah tin






Sebuah riwayat dari Abu Dardaa, bahwasanya telah dihidangkan kepada nabi SAW sebuah menu dari buah tin, maka nabi mengajak sahabat-sahabatnya menyantap bersama, beliau lalu bersabda: “Jika Aku mengatakan buah turun dari surga, maka buah ini-lah...”

Menurut Imam Ibnu al-Jawziyyah, Buah Tin memiliki banyak khasiat, diantaranya dapat mengurangi penyakit sesak nafas, membersihkan hati dan limpa juga pengencer dahak serta memberi khasiat yang baik pada tubuh, sebagai langkah pencegahan untuk melawan racun di tubuh kita.

Oliver Alabaster mengatakan, jika anda mengambil Buah Tin, maka sebenarnya anda telah mengambil makanan yang menjamin kesehatan anda dalam jangka panjang.

Buah Tin adalah "Nature's most nearly perfect fruit", yaitu buah yang hampir mencapai tahap kesempurnaan secara keseluruhan.
Buah tin telah dianggap oleh pakar-pakar makanan - saat ini - sebagai makanan Nutraseutikal (functional food), karena Buah Tin bukan sekedar mengandung zat-zat yang berkhasiat, bahkan lebih dari itu dan bermanfaat sebagai penjaga tubuh dan mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.
Pohon tin merupakan salah satu tumbuhkan herbal tertinggi akan sumber kalsium dan serat.
Menurut USDA data untuk Misi variasi, menyimpulkan bahwa:
  1. Buah tin kering terkaya akan serat, tembaga, mangan, magnesium, kalium, kalsium, dan vitamin K, relatif diperlukan terhadap kebutuhan tubuh manusia.
  2. Buah tin karena kaya kandungannya akan serat, maka mampu mengurangi berat badan. Oleh karena itu Buah tin sangat sesuai mengatasi masalah berat badan.
  3. Buah tin juga kaya dengan vitamin A dan B serta kadar tertentu dari vitamin C. Dan mengandung garam pokok seperti: Kalsium, fosfor, zat besi yang membangun pertumbuhan badan dan pembangkit tekanan darah.
  4. Kandungan-kandungan buah tin seperti serat, kalium, dan magnesium dapat mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah tinggi.
  5. Dalam sebuah studi, 40 gram bagian buah tin kering (dua ukuran medium tin) menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas antioksidan plasma dalam darah.
  6. Gabungan zat yang terkandung dalam buah tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar gula darah seseorang.
  7. Hasil penelitian dalam 100 gram buah Tin, mengandung 20% daripada kebutuhan zat serat harian tubuh kita. Dari jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut. Penelitian menunjukkan, bahwa serat terlarut bisa membantu gula dalam darah dan mengurangi kolesterol dalam darah dengan mengikatnya di dalam saluran pencernaan, manakala serat tidak larut, dapat melindungi dan mencegah kanker usus besar (koion) .
  8. Tin memiliki jumlah yang lebih kecil dari banyak nutrisi lain, ia memiliki efek pencahar dan mengandung banyak antioksidan, merupakan sumber yang baik flavonoid dan polyphenol.
  9. Kandungan serat yang terdapat di dalam buah tin dapat memperlahan proses penyerapan glukosa di usus kecil, untuk itu sangat cocok bagi penderita penyakit kencing manis.
  10. Buah tin dipergunakan sebagai bahan pelancar (laxative), penahan sakit dan unsur perkumuhan air kencing (diuretik).
  11. Buah tin mengandung khasiat yang tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain, ia tidak mengandung garam, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, serat dan zat besi.
  12. Buah Tin dipercayai mempunyai bahan yang dapat melawan kanker, ia mengandung "polyphenols" yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting bagi tubuh, karena dapat berfungsi sebagai free radical dalam tubuh yang menyebabkan kanker.
  13. Buah Tin juga mengandung unsur lain yang menjadi bahan anti kanker, yaitu "benzaldehyde" dan "coumarins". "Benzaldehyde" telah terbukti mampu bertindak sebagai bahan anti tumor sedangkan "coumarins" adalah untuk merawat kulit dan kanker prostate.
  14. Buah tin telah dikenal kemujarabannya oleh ahli pengobatan tradisional pada dekade terakhir ini, khususnya pengobatan herbal, dan diakui secara medis menyembuhkan berbagai penyakit seperti: Mengobati luka-luka, borok, flu burung, maag, gangguan sirkulasi menstruasi pada wanita dan luka bakar.
  15. Buah tin kering mengandung kadar gula tinggi, dan sangat bagus dikonsumsi oleh anak-anak, orang diet dan olahragawan, tetapi hendaknya dihindari oleh penderita gula tinggi dan kolesterol. 


sumber dari: my-bukukuning.blogspot.com

pokok buah tin marang





Pokok Buah Tin ( Buah Ara ) yang hidup subur di depan Masjid Rusila, Marang, Terengganu.





Pada tahun 2006 dilaporkan, dalam runtuhan sebuah desa prasejarah berdekatan Bandar Jericho, di Tebing Barat, para saintis telah menemui sisa-sisa buah Tin yang mereka dakwa sebagai buah yang paling awal ditanam sekitar 11.400 tahun yang lalu. Pokok ini dipercayai pokok buah-buahan pertama ditanam.





Berdasarkan spesimen-spesimen awetan itu yang menunjukkan bahawa pokok-pokok itu adalah jenis mutasi yang tidak dapat membiak dengan cara yang biasa, pakar-pakar telah memastikan bahawa pokok-pokok ara itu telah ditanam dengan sengaja dan oleh itu, ia merupakan tanaman manusia yang pertama. Dengan itu, gandum dan rai yang ditanam seribu tahun kemudian kini merupakan tanaman yang berikutnya.
Jenis-Jenis Buah Tin (buah Ara)

Ada empat jenis Buah Tin (buah ara) utama di pasaran. Calimyrna mempunyai kulit kuning kehijauan. Black Mission hampir hitam bila masak. Juga Kadota dan Smirna. Terdapat lebih dari 40 jenis buah Tin di dunia.



Smirna




Kadota



Black Mission





Calimyrna


Semestinya buah Tin mempunyai khasiat yang amat baik bagi kesihatan manusia. Buah ini kaya dengan serat dan pelbagai vitamin serta zat galian (mineral). Ia membantu mengimbangi tekanan darah, merendahkan kadar kolesterol, membantu mencapai berat badan seimbang, membantu mengatasi angin ahmar, mencegah kencing manis, gout, sembelit dan buasir serta memerangi barah.



sumber dari: syazwansafwan.com

the special way of tin






Bagi teman-teman yang muslim, pasti tau dong buah yang satu ini, kalo kita bicara tentang buah tin pasti selalu nyambung ke buah Zaitun. Okay, khusus buat temen-temen aja ya habis ini kita bahas buah zaitun. Tapi kali ini kita bahas buah tin dulu ya…

Allah berfirman, “Demi [buah] tin dan [buah] zaitun” [QS 95: 1]. Dicantumkannya buah tin selain buah zaitun dalam Al-Qur’an mendorong para ilmuwan dari kalangan umat Islam untuk mencoba menemukan berbagai keistimewaan yang dimiliki buah yang juga dikenal sebagai buah ara atau fig ini.
Penelitian medis terbaru yang disiarkan oleh harian Al-Raya, Qatar menunjukkan buah tin bermanfaat untuk mencegah kanker. Hal ini disebabkan kandungan antisoksidan yang dapat mengikat senyawa karsinogen penyebab kanker. Kandungan benzaldehyde dalam buah tin, seperti yang diungkap dalam jurnal pada website Cancer Cure Foundation, hasil riset dari para ahli di Institute of Physical and Chemical Research di Tokyo, juga menunjukkan efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan tumor.




Buah tin juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan. Di antaranya omega3 dan omega-6. Buah tin juga rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori, dan bebas kolesterol sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Kandungan vitamin buah tin tak kalah hebatnya dibandingkan dengan apel dan jeruk, seperti vitamin A, C, Kalsium, Magnesium, hingga Potasium. Tak heran jika jus buah tin diketahui merupakan minuman yang baik untuk membunuh bakteri merugikan.
www.google.co.id

Selain itu disebutkan oleh California Figs Nutritional Information, buah tin mengandung serat yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tin kering terkandung 12,2 gram serat. Sehingga mengonsumsi buah ini secara teratur, mengatasi masalah pencernaan, membantu penurunan berat badan, membantu membersihkan racun di dalam tubuh, dan mencegah penyakit degeneratif lain.

Buah ini juga lebih mirip sebagai makanan biasa karena mengenyangkan seperti buah korma, sehingga warga Arab jarang memasukkannya dalam daftar buah-buahan. Biasanya orang Indonesia lebih banyak mengkonsumsi dalam racikan yang diawetkan. Orang yang pulang naik haji sering menjadikannya bingkisan obat untuk kerabat di tanah air.

Saat ini buah tin mulai dibudidayakan di Indonesia. Buah yang rasanya segar seperti perpaduan antara buah peach dan strawberry itu dapat ditemukan dalam bentuk manisan, sirup, selai atau permen dalam jumlah yang masih sangat terbatas di beberapa gerai makanan di negeri ini.



sumber dari: goingnaturalwithherbal.wordpress.com

kisah malik bin dinar





Dalam kitab Mukasyafah al-Qulub dikisahkan* suatu hari Malik bin Dinar berjalan-jalan di pasar Basrah, lalu ia melihat buah tin dan sangat menginginkannya. Ia pun melepaskan sandalnya dan memberikan kepada tukang sayur, lalu berkata "berikanlah kepada saya buah tin itu."

Melihat sandal itu, tukang sayur berkata "Nilai sandal ini tidak sebanding sedikitpun dengan harga buah tin"

Malik pun pergi. Lalu seseorang bertanya kepada kepada tukang sayur itu "Tidakkah anda mengenal siapa orang itu?"
"Tidak", jawabnya.
"Ia adalah Malik bin Dinar", orang itu memberi penjelasan.

Tukang sayur itu pun memberi sepiring buah tin yang dibawa di atas kepala budaknya. Ia berkata kepada budaknya "Jika ia menerima ini darimu, kamu merdeka."

Lalu budak itu berlari mengejar Malik bin Dinar. Budak itu berkata kepada Malik "Terimalah ini dari saya."
Akan tetapi, Malik menolak. Lalu budak itu berkata lagi kepada Malik "Terimalah ini dari saya, sebab di situ terdapat kemerdekaan saya."
"Jika di situ terdapat kemerdekaanmu, di situ pula terdapat azab untukku," kata Malik bin Dinar kepada budak itu.

Budak itu terus mendesaknya. Malik lantas berkata, "Aku telah bersumpah untuk tidak menjual agama dengan buah tin dan tidak memakan buah tin hingga hari kiamat."

Pada saat menjelang ajalnya, Malik bin Dinar jatuh sakit. Sebelum kematiannya, ia sangat menginginkan segelas madu dan susu untuk dicelupi roti panas. Lantas pelayannya datang membawa apa yang diinginkannya. Malik pun mengambilnya dan memandanginya sesaat, kemudian berkata "Duhai diri, engkau telah bersabar selama tiga puluh tahun dan tersisa umurnya sesaat."

Kemudian ia melempar gelas yang ada di tangannya, menahan nafsunya , dan kemudian meninggal dunia.

Demikianlah keadaan para Nabi, para Wali, para Shiddiqun, para pecinta Allah, dan orang-orang zuhud.


*dikutip dari buku "Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi"



pokok ara -wikipedia



frames



Pokok Ara (bahasa Inggeris: ficus) merupakan genus untuk kira-kira 800 spesies pokok berkayu, pokok renek, dan pokok menjalar dalam famili Moraceae. Pokok ini berasal dari seluruh kawasan tropika, dengan beberapa spesies yang bertumbuh juga di kawasan iklim sederhana yang hangat. Kebanyakan spesies adalah malar hijau, sedangkan pokok-pokok di kawasan iklim sederhana dan kawasan yang mempunyai musim kering yang panjang adalah pokok luruh daun.

Genus ini termasuk satu spesies, Common fig (F. carica), yang menghasilkan buah perdagangan yang dipanggil "buah ara". Buah daripada banyak spesies yang lain juga boleh dimakan walaupun tidak beberapa popular. Contoh-contoh pokok ara yang lain termasuk Pokok Bo dan subgenus banyan. Terdapat Pokok Ara Wild Willowleaf yang luar biasa besarnya di Afrika Selatan yang dilindungi oleh Simpanan Alam Semula Jadi Wonderboom.

Buah ara yang dikeringkan juga dipanggil buah tin, sempena nama pokok Ara dalam Al Quran. Ini kerana jemaah haji membeli buah dari pedagang Arab yang memanggilnya dengan nama tempatan. Terdapat pendapat yang menyatakan buah tin merupakan antar tumbuhan terawal yang ditanam manusia.[1]



Pada Jun 2006, telah dilaporkan bahawa Pokok Ara yang bertarikh 11,400 tahun dahulu telah di temui di Gilgal I, sebuah kampung di Lembah Jordan Bawah yang terletak hanya 8 batu di utara bandar Jericho kuno.
Berdasarkan keterangan ikut keadaan daripada spesimen-spesimen awetan itu yang menunjukkan bahawa pokok-pokok itu adalah jenis mutasi yang tidak dapat membiak dengan cara yang biasa, pakar-pakar telah memastikan bahawa pokok-pokok ara itu telah ditanam dengan sengaja dan oleh itu, merupakan tanaman manusia yang pertama. Dengan itu, gandum dan rai yang ditanam seribu tahun kemudian kini merupakan tanaman yang berikutnya.


Pokok Ara merupakan sumber yang baik untuk flavonoid dan polifenol. [2]. Apabila buah ara disukat untuk kandungan bahan antioksidanya, didapati bahawa 40 gram buah ara kering atau juga dikenali sebagai buah Tin (dua biji buah ara yang sederhana saiznya) boleh meningkatkan keupayaan bahan antioksida plasma. [3] Pokok Ara juga mengandungi kandungan serabut yang terbanyak, berbanding buah-buahan yang lain, baik kering mahupun segar.


sumber dari: ms.wikipedia.org