khazanah alam

dianugerahkan untuk kita menikmatinya....perlu dipelajari, diperbaiki dan dipelihara untuk diturunkan buat generasi seterusnya......tentunya kita tidak mahu dipersalahkan oleh generasi akan datang sebagaimana kita cuba menunding jari ke generasi sebelum ini......fikirkanlah.....
Showing posts with label pandan. Show all posts
Showing posts with label pandan. Show all posts

Tuesday, 15 April 2014

pandan chicken





Pandan Chicken


I love pandan in desserts, especially the use of fresh pandan leaves and juices which gives the dish a sweet and fragrant aroma.

This pandan chicken is my first ever pandan savoury dish. The mouth-watering picture of chicken pieces wrapped in fresh pandan leaves is simply irresistible. The recipe I used is a Thai inspired dish which has a curry marinade. I didn’t have the required ingredients on hand and decide to do a very light soy marinade. I followed the recipe and deep fried the pandan leaves wrapped chicken. I got a shock when my pandan leaves turned all brown in the hot oil. Some how I was expecting the pandan to retain some of it’s green colour (as shown in the book and other websites). None of the pandan sweet fragrant was there just the smell of the fried oil. But the fried chicken tasted great.

I tried baking the pandan chicken hoping that the pandan flavour will infuse into the chicken. I also want to maintain some of the green colour of the leaves and covered it with foil. As the chicken was baking in the oven you could really smell the sweet fragrant of the pandan leaves filled the air.

The baked chicken was very juicy and tender and it was infused with pandan flavours. I feel that in savoury dishes, the pandan flavours is overpowered by the marinade, whereas in desserts it enhances the flavour and taste of the dessert. Considering one long pandan leave was used in each chicken pieces I expected more pandan flavours from the chicken.

This pandan chicken was adapted from Zesty Southern Asian Treats cookbook. Since I didn’t really follow the recipe and I’m not going to make this again that I’m not going to put the recipe up. I will stick to pandan sweet dishes next time.


Pandan leaves chicken



sumber dari: foodforfour.com/

Pandan Leaves in Indonesian Cooking




Pandan leaves has long been used as natural flavoring and colorant in Indonesia and other South East Asian countries. Pandan represents one of  the most significant traditional flavors. In some places in Indonesia, pandan is more popular than vanilla beans, which is viewed as being too “western” and “modern”.




Pandan is very cheap in Indonesia. It is planted in gardens and backyards. It is also available anytime of the year.

Pandan gives natural green color to the food. It can be used in cooking and baking. Traditional folks crushed pandan leaves by using mortal and pestle. The crushed leaves are then wrapped inside a piece of fabric and strongly squeezed to get the pandan juice.

Its unique, rich fragrance has made pandan very popular among Indonesian folks. It is used in many traditional and modern cooking. Some of the foods that are often enhanced with the aroma of pandan are rice, jam, simple syrup and fried chicken. Traditional housewives use pandan leaves to invoke their children’s appetite.


Rice: Buceng Ijo Pandan


Pandan was said to be able to attract supernatural beings, which is why it is often included in traditional rituals in Indonesia. Some supernatural beings were believed to dwell in the bushes of pandan. Children in rural areas, in order to avoid being spirited away, are always  reminded to return home quickly once they smell the aroma of pandan coming out of nowhere.

People living in the countryside and rural areas never plant pandan leaves near their chicken coops. There is a common assumption that Palm Civets – which are strongly believed by those folks to be very good in robbing the chicken houses – love to hide and sleep in pandan bushes.




Homemade Steamed Dark Chocolate Brownies with Pandan Flavored Whipped Cream.
Pandan is often included in traditional flower arranging for its nice appearance and fragrance. Many traditional handcrafted items are made of pandan leaves. These items are made for both daily usage and special ceremonies such as religious rituals, weddings and other events. Some species of pandan are grown big enough to be used as food wrapper.

Javanese ladies in the past included pandan leaves in their beauty treatments. Pandan was one of the things they favorably used to thicken and darken their beautiful long black hair. It was also often added into the mixture of lulur (traditional body scrub).

Pandan Aromatherapy is very good for people suffering from stress, panic attack and over-anxiety. In traditional Indonesian medication, pandan leaves are used to cure dandruff, odor problem, hypertension and rheumatic pain.



sumber dari: hariqhuang.wordpress.com/

Tuesday, 17 December 2013

Buko Pandan Pearl Cooler







sumber dari: yelp.com

aroma pasta -pandan







sumber dari: my.opera.com

Pandan Chiffon Cake




pandan cake whole


Pandan cake is a popular cake originating in Malaysia. The key ingredient is the juice from the leaves of the pandan plant, otherwise known as screw pine. Most people in Australia know it as “that green cake that you get in Asian supermarkets sometimes”.

The pandan juice makes the cake a light green colour, but green food colouring is added to the pandan paste, which gives the cake that “radioactive” look. I guess some people like that hue because some of the recipes involving the juice also call for green food colouring to be added, just in case you weren’t sure it was really a pandan cake. I reckon this would make a really great halloween cupcake. In fact, I have some black cobweb-shaped laser cut cupcake wrappers and October is coming up so….

anyway…


I’ve found it really hard to get an authentic-tasting pandan cake here in Australia, and I suspect many of the cakes here are just regular chiffon cakes with green food colouring. Also all the ones I’ve bought here have been pretty dry and spongy, like it would bounce if you threw it. So I decided to make my own.



sumber dari: cakeblog.hogfish.net

Megeret Pandan




Megeret Pandan



sumber dari: djibnet.com

Perang Pandan




Preparation for Perang Pandan @ bali, karang asem



sumber dari: depokol.deviantart.com

Thursday, 5 December 2013

Rahasia Kelezatan Kari Aceh






Muhammad (45), sang koki kampung, menuang minyak kelapa dalam kuali besi bergaris tengah nyaris semeter. Begitu mendidih, dia segera menuang aneka bumbu: serai, bungong lawang keling, daun pandan, daun salam, bawang putih keprek, bawang merah iris, dan daun temurui (bay leaf). Wangi rempah pun menguar, memenuhi kolong meunasah.

Itu baru permulaannya saja. Muhammad lantas menuang seember penuh potongan daging dari tiga ekor kambing ke dalam kuali. Begitu daging mulai layu, ia menambahkan seember penuh bumbu kental berwarna kuning ke atasnya. Dengan tangan telanjang, Muhammad mengaduk bumbu dan daging langsung di atas kuali. Campuran air dan asam jawa kemudian ditambahkan. Ketika kuah daging mendidih, santan ditambahkan.

Dalam dua jam, kuah kare kameng—bahasa Aceh untuk kari kambing—nan berlemak itu pun matang. Segera saja udara dipenuhi wangi kari. Muhammad menciduk kari kambing dan menyodorkannya ke empat orang juru masak senior yang hari itu berperan sebagai juru cicip. Mereka diam sesaat menunggu jejak rasa kari tercecap di lidah. Setelah itu, mereka membisiki Muhammad. Juru masak itu bergegas menambahkan garam dan beberapa rempah.

Para pencicip mencoba lagi. Kali ini, mereka menganggukkan kepala tanda kari tersebut pantas dihidangkan dalam kenduri maulid hari itu.

Muhammad pun bisa bernapas lega. Puluhan laki-laki di meunasah yang sedari pagi ingin berpesta kari tersenyum gembira. Mereka segera berbaris untuk mendapatkan sepiring kari. Kami juga kebagian mencicipi kari dengan daging demikian empuk. Setiap tetes kuahnya menghadirkan aneka rasa yang serasi: gurih, pedas, hangat, asin, dan asam. Hari itu kami benar-benar pesta kari.

Di sela-sela kemeriahan pesta, Muhammad menceritakan rahasia kelezatan kari aceh. Ada 22 bumbu yang ia gunakan, antara lain kelapa gongseng, kelapa kukur, santan, kemiri, kunyit, pala, lawang keling atau bisa diganti cengkeh, lada, jahe, cabai, kayu manis, daun kari, pandan, dan sederet bumbu lain. Aneka bumbu itu harus diracik dalam takaran yang pas. ”Seberapa pun daging yang dimasak, kelezatan harus tetap sempurna,” ujar Muhammad yang biasa memasak dalam ukuran satu-dua ekor kambing atau lembu.

Buat kami, kari masakan Muhammad hari itu sudah lezat. Namun, di lidah seorang pencicip, Razali Hanafiah (61), rasa kari itu belum sempurna. ”Bumbunya masih kurang, harusnya ada 24 bumbu,” kata Razali, paman sekaligus guru masak Muhammad.

Dia lantas menunjukkan dua jenis bumbu yang absen dalam kari olahan Muhammad hari itu, yakni kacakra ci (kaskas ) dan jinten manis yang disimpan rapi di dalam stoples. Kacakra ci yang berbentuk butiran kecil berwarna kuning kecoklatan itu menambah rasa gurih pada kuah kari. ”Payah (susah) memang mencari bumbu ini sekarang. Kita harus cari di warung India,” kata Razali.

”Kalau mau lebih enak lagi, ya, ditambah biji bakung (baca: ganja),” sahut Muhammad. ”Tapi, kare kameng tadi tidak pakai, ya,” dia buru-buru menambahkan.

Dulu, biji ganja kerap dipakai dalam masakan Aceh. Fungsinya untuk memberi rasa gurih dan mengempukkan daging. Ada yang percaya biji-biji itu meningkatkan nafsu makan. ”Saking populernya ganja di masa lalu, ada hikayat yang menulis soal itu. Biji bakung itu sempat jadi identitas orang Aceh,” kata Nurdin, peneliti hikayat sekaligus Kepala Museum Aceh.

Sejarawan Aceh, Rusdi Sufi, menambahkan, ganja dulu dipakai orang Aceh sebagai bumbu makanan dan racikan obat. ”Waktu saya kecil, ketika tidak ada ikan atau daging untuk dimasak, cukup ambil nangka muda. Saya cincang, masak di kuali dengan bumbu kari, kasih sedikit biji bakung, sedap sudah. Itu tahun 1970-an. Sekarang tentu tidak lagi sebab ganja dilarang,” katanya diikuti tawa.



sumber dari: travel.kompas.com

Sunday, 4 August 2013

project i... Sayur dan herbs





Yang ni pulak project i... Sayur dan herbs untuk masak2... Macam rajin memasak aje...hehe... Adalah pokok pandan, serai, kari, kunyit, bunga kantan, lada merah, cili padi, selasih, daun kesum, limau purut, limau kasturi, kangkung....


sumber dari: lilawati.blogspot.com

Friday, 5 July 2013

Es Wedang Pokak







Bahan A:
* 50 g gula pasir
* 600 ml  air

Bahan B:
* 1 btg sereh, memarkan
* 2 lbr daun  pandan, sobek-sobek
* 3 btr cengkih
* 1 bh bunga pekak/bunga lawang
* 2 ruas jahe, memarkan
* 1/2 sdt lada bubuk
* 1 btg kayu manis

Cara Membuat:
* Masak bahan A sampai mendidih, masukkan semua bahan B, lanjutkan merebus selama 10 menit. Angkat, biarkan dingin dalam panci tertutup.
* Saring, tuang ke dalam gelas saji. Beri es batu sesuai selera.


sumber dari: tabloid-nakita.com

Saturday, 29 June 2013

penambah rasa makanan







sumber dari: smkmenglembu.com

Telur Pindang Cik Manggis










Tengok kat atas ni....haa...telur pindang!!!walaupun rupanya tak cantik tapi Cm tetap seronok kerana berjaya buat telur pindang sendiri...first time cuba ni.Rasanya tetap rasa telur pindang walau rupanya agak jelik hehe.Penat Cm  dengan atiqa mencari daun daun herba yang diperlukan dikawasan tempat kami berjogging...berhampiran p10 putrajaya.



Ini lah daun daun yang diperlukan untuk membuat telur pindang.

Bahannya:
telur ayam
Daun senduduk,
Daun mengkudu,
daun salam
daun kunyit.
Lengkuas-diketuk
Daun pandan
Daun lengkuas
daun serai wangi,
Kulit bawang
kicap manis
Ketumbar biji
Jintan manis
Jintan putih.
serai
1 ketul asam jawa.
 Garam,


susunkan daun daun dan bahan bahannya yang diperlukan  kedalam periuk baru susunkan telur diatasnya.







garam,kicap


Ketumbar,kulit bawang dan asam jawa


Ketumbar,jintan manis dan jintan putih dikisar kasar.Masukkan semua bahan bahan ini kedalam periuk dan tutup telur dengan daun daun yang selebihnya.Tuangkan kicap (1 cawan) dan garam(2 tbsp).masukkan air yang mencukupi dan rebus telur dengan api yang perlahan..opps jangan lupa asam jawa tu ya ...kena masukkan jugak .

.Malamnya Cm padamkan api dapur dan sambung merebus besoknya.Oleh kerana Telur 15 biji je jadi masa rebus tu tak lama.Jika 1000 biji  telur kena lah rebus 3 hari 3 malam..hehe jadi hikayat 1001 malam nak rebus telur pindang ni hehe.



sumber dari: mamakitchen-makcikmanggis.blogspot.com

Thursday, 13 June 2013

Bubur Lambuk Kak Ida




img_32021


Bahan2 :
  • Beras secukupnya
  • minyak utk menumis
  • Bwg putih cincang *
  • Bwg besar cincang*
  • Halia diketuk*
  • 1 kulit kayu manis*
  • 3-4 biji buah pelaga*
  • 3-4 bunga cengkih*
  • 1-2 bunga lawang*
  • 1 sudu kecil halba*
  • 1 sudu kecil lada hitam*
  • 1 sudu besar perencah sup
  • 1 sudu besar serbuk dashi/kiub ayam
  • daging dihiris nipis
  • segenggam udang kering
  • 1 helai daun pandan diikat
  • santan secukupnya
  • garam secukupnya
  • lada sulah secukupnya
  • daun2 yg dihiris halus (saya guna daun kunyit,daun kesum,daun basil,daun limau purut,daun ayah Aiman beli yg x tau namanya…apa2 daun pun boleh)
Caranya :
  1. Rebuskan beras dan daging dgn air secukupnya. Msk hingga lembut
  2. Dalam kuali lain,tumiskan bhn2 bertanda *
  3. Kemudian masukkan bhn2 (2) ke dlm (1)
  4. Masukkan semua bahan2 yg lain..msk hingga empuk.Sedia utk dimakan.Boleh la taburkan bwg goreng,celery..


sumber dari: ida81.wordpress.com

gotong royong bubur lambuk Sri Keramat Tengah AU4





Bawang besar, bawang putih, halia, bunga lawang, kayu manis, buah pelaga dan daun pandan digoreng terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam bubur lambuk


Bahan-bahan yang digoreng dimasukkan ke dalam bubur lambuk beserta dengan minyak gorengan


sumber dari: hulukelang.com

Tuesday, 1 January 2013

Pandan Peanut Scones






Ingredients

  • 3 cups Self-raising flour
  • 1 cup Thickened cream
  • 1 cup Lemonade (cold)
  • 1 teaspoon Pandan extract
  • 1 cup crushed peanuts
  • pinch of salt and sugar

Method (makes approximately 2 serves for 6 people)

  • Preheat oven to 220 degrees.
  • Sift flour and add salt, sugar and crushed peanuts, mix well to combine.
  • Add pandan extract to lemonade to dissolve, then combine with the cream and add to the flour mixture.
  • Mix to form a soft dough and place onto a floured surface.
  • Gently knead dough until smooth and then roll out to a thickness of 2 cm. Cut with a floured cutter 4 cm wide.
  • Place close together on a tray and bake for 10-15 minutes. (Tips from other websites are to put them close so that they can use each other to rise)
Scones are usually best eaten fresh on the day it is baked, if you intend to keep it for longer, ensure that you place them in an airtight container once they are fully cooled down. Also it will need to be in a dry and cool area of your kitchen or in the fridge. You can place them back into an oven/ microwave to reheat, however, when placed into a microwave, it needs to be eaten immediately otherwise your scone will be come a stone if left out too long.

You can replace Peanuts with any other crushed nuts, however I do find that Peanuts best complement this Pandan scone. Or you can also eliminate the nuts altogether if you are allergic to nuts.



sumber dari: cintadapur.com

Kek Pandan Syawal




BAHAN-BAHAN:
250gm tepung naik sendiri
250gm mentega
250gm gula kastor
5 biji telur
1 sudu teh esen vanila
1 sudu teh pewarna hijau
2 sudu makan campuran susu
1 sudu makan air pandan
¼ sudu teh garam

BAHAN KRIM AISING:
175gm krim putar
300gm gula aising

BAHAN HIASAN:
200gm fondant
1 sudu teh pewarna hijau

CARA MEMASAK:
1)Pukul mentega dengan gula, esen vanilla dan
pewarna hijau. Masukkan garam dan pukul
sehingga kembang.

2) Masukkan telur dan gaul hingga sebati.
Masukkan tepung, susu serta air pandan, gaul
sehingga sebati.

3) Panaskan KETUHAR ELBA EEO-A4218(SV) pada
suhu 160ºC dan bakar kek selama 1 jam 20
minit atau hingga masak.

4) Setelah kek masak dan sejuk, bentukkan
ëfondantí menjadi bentuk ketupat dan letakan
di atas kek. Hidangkan dan sedia dinikmati.


sumber dari: karangkraf.com

Pandan Pannacotta and Coconut Jelly






Ingredients (10 portions):

Pandan Pannacotta

  • 600ml Cream
  • 200ml Milk
  • 125g Caster sugar
  • 6 Gelatine leaves (can be substituted with gelatine powder – each leaf is 2g, which makes 12g, please follow instructions on your packet/box on how to rehydrate)
  • 200ml Coconut milk
  • 15ml Pandan essence

Coconut Jelly

  • 2 x 400ml Coconut Milk
  • 6 Gelatine leaves (can be substituted with gelatine powder – each leaf is 2g, which makes 12g, please follow instructions on your packet/box on how to rehydrate)
  • 250g Caster sugar (optional)

Toasted Coconut

  • 100g Shredded coconut

Recipes

Prepare Pandan Pannacotta

  • Combine the cream, milk and sugar in a saucepan and bring to the boil.
  • Rehydrate gelatine leaves with cold water. Squeeze dry and set aside.
  • Remove from heat, then add gelatine and allow to infuse for 15 minutes.
  • Combine coconut milk and Pandan essence and add it to the mixture.
  • Strain and cool over ice to thicken.
  • Fill plastic dariole moulds with pannacotta mixture and refrigerate at least 6 hours to set.

Prepare Coconut Jelly

  • Warm the coconut milk with the sugar.
  • Rehydrate gelatine leaves with cold water. Squeeze dry and set aside.
  • Add gelatine leaves to the coconut milk and strain to remove any lumps.
  • Pour about 1cm over the already set pandan pannacotta layer.
  • Refrigerate at least 6 hours to set.

Prepare toasted coconut

  • Set oven to 200°C and prepare a tray with silicone paper.
  • Spread a thin layer of shredded coconut onto the tray.
  • Place into the oven and toast until golden brown.
  • Remove from oven to cool. Set aside for later.

Assembling the dessert

  • Sprinkle some toasted coconut on to the plate.
  • Un-mould pannacotta and place it in the middle of the plate on top of the toasted coconut.
  • Sprinkle a bit more of the toasted coconut on top of the pannacotta.
  • Decorate with palm sugar lattice (optional).
This dessert can be done in advance (a couple of days before) for a function/dinner. As it is cream based, it is important to refrigerate it and when unmoulded, to be served immediately. It can only keep for a week.



sumber dari: cintadapur.com

pandan leaf fried kitchen






Buko Pandan Salad Special






Ingredients:

6-8 pieces Buko, thinly strips, drained well
1 pack flavored gulaman, prepared according to package instruction, cut into squares
1 bottle Nata de Coco, drained and set aside
1 250ml All Purpose Cream
1 300ml Condensed Milk

Preparations:
1. Blend all purpose cream and condensed milk in a bowl
2. Add gulaman cubes, nata de coco, buko meats to the cream mixture
3. Chill for 2-3 hours or overnight before serving
4. Optional: may served ala "Supreme"


Supreme Service:
1. Get 2 glass punch bowls, one must be slightly bigger that the other.
2. Put ice cubes and about 2 cups of water in a bigger bowl.
3. Put the smaller bowl on top of the bed of ice, then place desired serving size of prepared salad
4. An elegant presentation to chilled foods.



sumber dari: mykitchencollections.blogspot.com

Wednesday, 9 November 2011

syampu pandan kasturi

 syampu-pandan-2.jpg


 Pandan Wangi atau nama saintifiknya Pandanus odurus merupakan pokok renek daripada famili Pandanacea. Ia tumbuh dalam rumpun dengan ketinggian di antara 0.6 cm hingga 1.5 m. Daunnya panjang dengan urat daunnya selari dan berbau wangi. Tumbuhan ini merupaka herba warisan turun temurun yang digunakan dalam penjagaan dan kesihatan rambut.

Syampu Pandan Kasturi ini dirumus khas untuk menghilangkan masalah rambut kusut, rambut gugur, kelemumur dan untuk menghitamkan rambut. Aroma semulajadi yang terdapat di dalam daun Pandan Wangi dan Limau Kasturi ini bertindak mewangikan rambut di samping dapat menghilangkan tekanan kerja seharian serta mengembalikan kesegaran tubuh badan.

Khasiat Limau Kasturi pula bertindak sebagai penyejuk kulit kepala. Kajian saintifik menunjukkan pandanin sejenis protein yang terdapat dalam ekstrak Daun Pandan mempunyai aktiviti anti-viral dan seterusnya dapat merawat jangkitan mikro-organisma di kulit kepala. Syampu daripada sumber semulajadi ini sesuai untuk kegunaan harian seisi keluarga serta mampu mengembalikan kesegaran rambut dan menjadikan rambut lebih bermaya, sihat dan bersinar.