khazanah alam

dianugerahkan untuk kita menikmatinya....perlu dipelajari, diperbaiki dan dipelihara untuk diturunkan buat generasi seterusnya......tentunya kita tidak mahu dipersalahkan oleh generasi akan datang sebagaimana kita cuba menunding jari ke generasi sebelum ini......fikirkanlah.....
Showing posts with label kas-kas. Show all posts
Showing posts with label kas-kas. Show all posts

Friday, 10 January 2014

white poppy seeds





white poppy seeds = kas-kas  Notes:  Indian cooks use these as a thickener in their curries and as a filling in baked goods.   Substitutes:  poppy seeds (black)



sumber dari: foodsubs.com

The flora of Kas






The flora of Kas i. e. the entire flowering plants and their related plants are typically restricted to that particular locality only. This is because the plateau is largely formed of basalt which is directly exposed to atmosphere. The basalt is covered almost entirely by a thin cover of soil formed due to erosion and has accumulated a layer of not more than a inch or so. This soil is neither black nor lateritic. At certain places water gets accumulated because of uneven surface. Such places appear like small puddles which harbor a typical marshy flora. Because of this particular situation of soil the plants growing on Kas plateau are typically of herbaceous nature of like grasses. Botanically the flora is labeled as “herbaceous”. The small shrubs and trees are located at the periphery of the plateau.



sumber dari: kas.ind.in

Kas Kas Restaurant




Kas Kas Restaurant



sumber dari: panoramio.com

Thursday, 5 December 2013

Rahasia Kelezatan Kari Aceh






Muhammad (45), sang koki kampung, menuang minyak kelapa dalam kuali besi bergaris tengah nyaris semeter. Begitu mendidih, dia segera menuang aneka bumbu: serai, bungong lawang keling, daun pandan, daun salam, bawang putih keprek, bawang merah iris, dan daun temurui (bay leaf). Wangi rempah pun menguar, memenuhi kolong meunasah.

Itu baru permulaannya saja. Muhammad lantas menuang seember penuh potongan daging dari tiga ekor kambing ke dalam kuali. Begitu daging mulai layu, ia menambahkan seember penuh bumbu kental berwarna kuning ke atasnya. Dengan tangan telanjang, Muhammad mengaduk bumbu dan daging langsung di atas kuali. Campuran air dan asam jawa kemudian ditambahkan. Ketika kuah daging mendidih, santan ditambahkan.

Dalam dua jam, kuah kare kameng—bahasa Aceh untuk kari kambing—nan berlemak itu pun matang. Segera saja udara dipenuhi wangi kari. Muhammad menciduk kari kambing dan menyodorkannya ke empat orang juru masak senior yang hari itu berperan sebagai juru cicip. Mereka diam sesaat menunggu jejak rasa kari tercecap di lidah. Setelah itu, mereka membisiki Muhammad. Juru masak itu bergegas menambahkan garam dan beberapa rempah.

Para pencicip mencoba lagi. Kali ini, mereka menganggukkan kepala tanda kari tersebut pantas dihidangkan dalam kenduri maulid hari itu.

Muhammad pun bisa bernapas lega. Puluhan laki-laki di meunasah yang sedari pagi ingin berpesta kari tersenyum gembira. Mereka segera berbaris untuk mendapatkan sepiring kari. Kami juga kebagian mencicipi kari dengan daging demikian empuk. Setiap tetes kuahnya menghadirkan aneka rasa yang serasi: gurih, pedas, hangat, asin, dan asam. Hari itu kami benar-benar pesta kari.

Di sela-sela kemeriahan pesta, Muhammad menceritakan rahasia kelezatan kari aceh. Ada 22 bumbu yang ia gunakan, antara lain kelapa gongseng, kelapa kukur, santan, kemiri, kunyit, pala, lawang keling atau bisa diganti cengkeh, lada, jahe, cabai, kayu manis, daun kari, pandan, dan sederet bumbu lain. Aneka bumbu itu harus diracik dalam takaran yang pas. ”Seberapa pun daging yang dimasak, kelezatan harus tetap sempurna,” ujar Muhammad yang biasa memasak dalam ukuran satu-dua ekor kambing atau lembu.

Buat kami, kari masakan Muhammad hari itu sudah lezat. Namun, di lidah seorang pencicip, Razali Hanafiah (61), rasa kari itu belum sempurna. ”Bumbunya masih kurang, harusnya ada 24 bumbu,” kata Razali, paman sekaligus guru masak Muhammad.

Dia lantas menunjukkan dua jenis bumbu yang absen dalam kari olahan Muhammad hari itu, yakni kacakra ci (kaskas ) dan jinten manis yang disimpan rapi di dalam stoples. Kacakra ci yang berbentuk butiran kecil berwarna kuning kecoklatan itu menambah rasa gurih pada kuah kari. ”Payah (susah) memang mencari bumbu ini sekarang. Kita harus cari di warung India,” kata Razali.

”Kalau mau lebih enak lagi, ya, ditambah biji bakung (baca: ganja),” sahut Muhammad. ”Tapi, kare kameng tadi tidak pakai, ya,” dia buru-buru menambahkan.

Dulu, biji ganja kerap dipakai dalam masakan Aceh. Fungsinya untuk memberi rasa gurih dan mengempukkan daging. Ada yang percaya biji-biji itu meningkatkan nafsu makan. ”Saking populernya ganja di masa lalu, ada hikayat yang menulis soal itu. Biji bakung itu sempat jadi identitas orang Aceh,” kata Nurdin, peneliti hikayat sekaligus Kepala Museum Aceh.

Sejarawan Aceh, Rusdi Sufi, menambahkan, ganja dulu dipakai orang Aceh sebagai bumbu makanan dan racikan obat. ”Waktu saya kecil, ketika tidak ada ikan atau daging untuk dimasak, cukup ambil nangka muda. Saya cincang, masak di kuali dengan bumbu kari, kasih sedikit biji bakung, sedap sudah. Itu tahun 1970-an. Sekarang tentu tidak lagi sebab ganja dilarang,” katanya diikuti tawa.



sumber dari: travel.kompas.com

Saturday, 16 November 2013

White Poppy Seed





Kas-Kas / White Poppy Seed



Boleh didapati di kedai runcit mamak atau india





Dscn5181

Boleh didapati di kedai runcit mamak atau india. 
Saiz bulat kecil dan warna keperangan. 
Digunakan untuk lauk pauk "kandar" dan seangkatan dengannya. 



sumber dari: myresipi.com

the pleasant town of Kaş






Kaş (pronounced 'Kash') is a small fishing, diving, yachting and tourist town, 
and a district of Antalya Province of Turkey
168 km west of the city of Antalya
As a tourist town it is relatively unspoilt.



sumber dari: en.wikipedia.org

kas pakket van Goed Boeren




Kas pakket


Het kas pakket van Goed Boeren in de Stad is het ideale pakket voor de beginnende stadsboer 
die wil genieten van groenten in zijn kas.




sumber dari: goedboerenindestad.nl

KAS Investment Co.




KAS Investment, commerical glass and glass contractor


KAS Investment Co, located in Rochester, MN was established in 1982 to operate its glass and glazing subsidiary companies; Ford Metro Inc., Architectural Contract Glass Inc., and Swanson Glass Inc.  KAS provides complete contract service including design, engineering, shop drawings, fabrication, installation of pre-glazed and field glazed window and framing systems, curtain walls, architectural metal products, and custom storefronts and entrances.


For nearly 30 years, KAS Investment Co. has built a reputation of excellence and expertise in the construction industry in the Minnesota and Iowa regions.



sumber dari: kasinvestment.com

territorial stampless cover






Kaskaskia, Illinois territorial stampless cover
Manuscript: Kaskaskia 11 May 1811and rated 25c. It contains a business letter
from John McFerron to his father in Pittsburgh. 



sumber dari: jameslee.com

Barą “Kas Kas”








sumber dari: laikas.lt/lt

kek pandan mentega kas-kas








sumber dari: adishshida.blogspot.com

rempah untuk soto banjar






kas-kas......keras, harus dilulek, kalo langsung di blender ngga berani jamin akan berhasil.



sumber dari: dapurummumusasyi.blogspot.com

De Kas






De Kas was refreshing discovery (found through A cup of Jo) just outside the tourist circuit of Amsterdam.  We cycled for over an hour to try their delicious, unpretentious food fresh from their gardens and far exceeded our expectations.

Set in an incredible glass building (reminiscent of a green house) it over looks a huge park. It's great place to escape and relax for an afternoon or evening. You really feel far away from all the craziness of the city, which is exactly what we needed after a few days of being tourists. We had a looong lazy lunch, three courses beautifully presented and bursting with flavour paired with some light delicious Rosé.



sumber dari: emmajanenation.com

Thursday, 22 November 2012

kas-kas dalam masakan nasi kandar





Masih lagi di dalam mood masakan nasi kandar. Beberapa hari yang lepas saya mencuba satu lagi resepi istimewa dari resepi Mamak Haji, kari ayam nasi kandar. Rasanya tersangatlah sedapnya. Seingat saya, saya tak pernah masukkan daun pandan ke dalam kari ayam yang pernah saya buat sebelum ini, tetapi setelah mencuba dua tiga resepi yang menggunakan daun pandan, ternyata baunya sungguh harum memikat. Jadi, sekarang ni bila masak kari ayam tak letak daun pandan rasa macam kekurangan sesuatu bahan pulak.

Resepi Mamak Haji ni kaya dengan rempah ratus termasuk la kas kas. Pernah suatu ketika dulu isu penggunaan kas kas untuk menyedapkan makanan agak panas kerana boleh mengakibatkan khayal dan ketagih. Kadangkala saya kecualikan bahan ini di dalam masakan saya, kalau dimasukkan pun dalam kuantiti yang terlalu sedikit seperti penggunaan ajinomoto. Jadi, terpulangla kepada selera memasing. Pada pendapat saya, sekalipun tiada kas kas di dalam masakan ini rasanya tetap sedap kerana terdapat banyak bahan bahan lain yang dimasukkan utk memekat dan melazatkannya.

sumber dari: wattieshomemadecakes.blogspot.com

kek pisang poppyseed





BAHAN-BAHANNYA :-)

45 gram mentega, cair dan sejukkan
2 biji telur gred A (berat 60 gram sebiji)
50 gram soft brown sugar @ gula perang
65 gram tepung beserbuk penaik (self-raising flour)
1/2 camca teh ovallate
70 gram pisang, dilecek
3/4 camca besar kas-kas (poppy seeds)
2-3 titik esen pisang atau esen vanilla
1/4 cawan isi pisang yang didadu (optional)
Sedikit lagi kas-kas untuk hiasan

CARA MEMBUATNYA :-)

  1. Panaskan oven pada suhu 175C. Lenser tin bersaiz 7inci x 3inci x 3inci. Lenser dengan mentega dan alas dasarnya dengan kertas minyak. Lenser juga kertas tadi. Ketepikan.
  2. Putar gula perang dengan ovallate, hingga sebati. Masukkan telur dan putar pada kelajuan tinggi hingg adunan pekat dan gebu macam adunan baulu. Perlahankan kelajuan, masukkan pisang dan tepung sedikit demi sedikit, hingga habis, putar rata. Tuang mentega cair dan kacau hingga sebati.
  3. Masukkan esen pisang @ esen vanilla dan biji kaskas tadi. Gaul rata.Tuang dalam tin tadi dan tabur dengan pisang. Tabur juga biji kas-kas sebagai hiasan. Bakar 30 - 35 minit atau hingga masak. Bila masak, keluarkan kek dari tin dan sejukkan atas jaringan. Potong dan boleh hidangkan.


sumber dari: tiffinbiru.blogspot.com

kas-kas dan penggemar kari





Inilah kas-kas yang dicampurkan ke dalam kari oleh penggemar - penggemar kari. Terutamanya kedai-kedai nasi kandar. Selain boleh memekatkan kari, ianya menjadi perasa yang setengah orang kata akan menjadi ketagih kalau terlalu banyak. Katanya.......


Saturday, 3 November 2012

kas-kas - koca kaci




Kuliner nusantara, khusunya masakan daerah Sumatra dan Aceh sangat kaya akan pengunaan bumbu dan rempah. Salah satunya adalah kas-kas atau white poppy seed (Papaver somniferum). Bumbu ini adalah adalah biji dari tanaman Poppy. Masarakat Timur Tengah mengenalnya dengan sebutan kashakish, karena susah mengejanya maka masarakat kita menyebutnya dengan kas-kas.


Rasa bumbu ini sedikit pedas, hampir menyerupai rasa lada namun tidak beraroma lada. Bumbu yang oleh masarakat Aceh disebut koca-kaci ini biasanya ditambahkan dalam masakan kari, gulai, mi aceh, soto banjar, taburan kue basbousa, taburan roti maupun bumbu nasi kebuli.

Bumbu ini akan meningkatkan rasa gurih, memberi efek rasa kental dan gurih seperti kemiri pada hidangan berkuah seperti soto dan kari. Kas-kas juga memberikan sedikit sentuhan rasa pedas. Selain varietas putih, kas-kas juga ada yang berwarna hitam. Bumbu dijual di gerai bumbu kering pada swalayan terkemuka.


sumber dari: budiboga.blogspot.com

kas-kas memudaratkan orang ramai





MELAKA 3 Julai – Ahli Parlimen Jasin, Datuk Mohd. Said Yusof berkata, beliau mendedahkan isu penggunaan `kas-kas’ atau biji popi dalam masakan di restoran mamak pada sidang Parlimen baru-baru ini atas dasar tanggungjawabnya kerana percaya bahan perangsang itu boleh memudaratkan orang ramai.

Katanya, beliau tidak mempunyai niat buruk di sebalik pendedahan itu tetapi kerana bimbang ia boleh memberi kesan jangka panjang kepada orang ramai tanpa disedari. Ini kerana menurutnya, bahan perangsang itu boleh menyebabkan rasa mengantuk serta memberi kesan seperti ganja dengan membuatkan mereka yang memakan makanan itu ketagih.

“Saya tak ada niat yang tidak baik, saya juga wakil rakyat kedai kopi dan salah seorang pelanggan tetap restoran mamak, saya cuma bimbang kesan `kas-kas’ itu boleh menyebabkan berlaku kejadian yang tidak diingini seperti kemalangan jalan raya dan sebagainya. “Saya harap tidak timbul salah faham mengenai perkara ini di kalangan pengusaha restoran mamak kerana pada saya jika bahan itu memudaratkan tak perlulah kita gunakan sebagai penyedap dalam masakan,” katanya ketika dihubungi di sini hari ini. Pada 23 Jun lepas, ketika membahaskan Rang Undang-Undang Agensi Pekerjaan Swasta (Pindaan) 2005 bagi bacaan kali kedua, Mohd. Said mendedahkan terdapat pengusaha restoran mamak yang menggunakan `kas-kas’ sebagai resipi untuk menyedapkan makanan sehingga membuat orang ramai ketagih makanan di restoran itu.

Pendedahannya menimbulkan kemarahan dan kecaman Persatuan Pengusaha Restoran India Muslim Malaysia (Presma) terhadapnya. Sejak pendedahan beliau itu, penggunaan biji `kas-kas’ mula diperkatakan secara terbuka di kalangan masyarakat apabila dimaklumkan bahawa biji itu adalah biji pokok popi dan getah daripada bunganya boleh menghasilkan candu. Semalam, Timbalan Menteri Kesihatan, Datuk Dr. Abdul Latiff Ahmad mengesahkan bahawa penggunaan `kas-kas’ dalam makanan adalah diharamkan kerana menyalahi Akta Makanan 1982 dan bahan itu tidak pernah dibenarkan dijual kepada orang ramai.
Mohd. Said menarik perhatian, beliau mengetahui mengenai kesan buruk `kas-kas’ melalui rakannya yang makan nasi di restoran mamak di Melaka sebelum menaiki bas untuk ke Singapura telah didapati positif dadah apabila diperiksa oleh pihak berkuasa negara itu. “Saya dapat tahu perkara ini daripada kawan saya, dia makan nasi kira-kira pukul 10 pagi dan naik bas pukul 11 pagi. Semasa tiba di Singapura pihak berkuasa di sana membuat pemeriksaan rambang air kencing dan dia didapati positif dadah gara-gara makan nasi di restoran mamak,” jelasnya. Malah tambah beliau, untuk membuktikan kesan `kas-kas’ ini seorang rakan di Parlimen pernah meletakkan biji bahan perangsang itu dalam tembakau rokok sebelum menghisapnya. “Tidak sampai lima minit selepas itu beliau tertidur kerana terlalu mengantuk. Mohd. Said memberitahu, biji kas-kas mudah didapati di kedai-kedai runcit yang menjual rempah. Sehubungan itu, pihak berkuasa perlu meningkatkan penguatkuasaan terhadap bahan yang diharamkan itu.


sumber dari: utusanmalaysia4julai2005

Sunday, 12 February 2012

kas-kas biji popi ramuan ubat batuk





Ði Timur, biji popi putih memang biasa digunakan dalam masakan. Makanan India seperti kari dan rempah campuran mengandungi sejumlah kecil biji popi. Ia berfungsi untuk memekat dan menambah rasa dalam kari.

Manakala di barat pula, minyak daripada biji popi atau dalam bahasa Perancis dikenali sebagai oillette, digunakan untuk tujuan masakan dan pengganti kepada minyak zaitun. Jenis biji popi Eropah, papaver rhoeas, digunakan pula untuk dibuat cecair pekat atau sirap dan digunakan dalam sup dan kordial. Jenis ini juga turut dikenali sebagai ‘sakit kepala’ kerana apabila menghidunya boleh menyebabkan rasa pening sementara.

Sirap biji popi barat memiliki ciri-ciri anodin (mereda dan melegakan sakit) dan ekspektoran (menggalak rembesan kahak oleh salur-salur udara supaya ia lebih mudah dibatukkan). Manakala sirap biji popi timur memiliki ciri-ciri anodin dan narkotik (melegakan kesakitan). Ramuan ubat batuk dan sirap juga banyak dibuat daripada jenis biji popi timur. Ramuan daripada air rendaman biji popi dikatakan mampu digunakan untuk melegakan kesakitan telinga dan gigi.

Satu sudu biji popi mengandungi kira-kira 1.6 gram protein, 3.7 gram lemak, 2.5 gram karboohidrat dan 46 kalori. Biji popi juga mengandungi sumber mineral yang baik seperti mangan, kalsium, magnesium, fosforus, besi, zink, kalium dan selemium. Ia juga kaya serat dan mengandungi asid lemak omega-3 dan asid lemak omega-6.