khazanah alam

dianugerahkan untuk kita menikmatinya....perlu dipelajari, diperbaiki dan dipelihara untuk diturunkan buat generasi seterusnya......tentunya kita tidak mahu dipersalahkan oleh generasi akan datang sebagaimana kita cuba menunding jari ke generasi sebelum ini......fikirkanlah.....

Thursday, 5 December 2013

home remedy for diarrhea




Benefits of curry leaf


  • • Curry leaf benefits individuals suffering from hereditary diabetes and diabetes caused by obesity. All you have to do is eat 10 fresh curry leaves daily in the morning. Follow this therapy for at least three months. Needless to say, you also need to take other precautions associated with this disease.
  • • Intake of juice extracted from curry leaves brightens the eyes and delays cataract.
  • •Dry a few curry leaves in shade for 4-5 days. Take one teaspoon of this dried curry leaf powder and mix a teaspoon of honey in it. Consume this home medicine for about two to three times in a day to get rid of constipation.

  • • Drinking the juice of 15-20 curry leaves mixed with a teaspoon of honey serves as an efficient curry leaf home remedy for diarrhea.



  • sumber dari: martinellihashim.blogspot.com

    obat terbaik untuk rambut beruban





    penyebab rambut beruban


    Salah satu obat terbaik untuk rambut beruban pada usia muda adalah daun kari.Daun kari bermanfaat untuk menjaga vitalitas rambut dan kekuatan akar rambut.Masukan daun kari ke dalam menu diet harian Anda.Atau,Anda dapat meletakan beberapa daun kari ke dalam minyak kelapa lalu didihkan,selanjutnya saring minyak dan biarkan dingin.Oleskan di kulit kepala.

    Labu memiliki manfaat untuk mengembalikan pigmen rambut.Untuk mengobati rambut beruban pada usia muda,jemur beberapa potong labu di bawah sinar matahari hingga kering,rendam dalam minyak kelapa selama sekitar 3 sampai 4 jam.Setelah itu,rebus labu sampai residu menghitam,biarkan dingin.Pijat kulit kepala Anda dengan residu itu.


    Jus ekstrak sayur bayam.Gunakan daun bayam yang masih segar untuk membuat jus,oleskan jus pada rambut Anda.Ini sudah terbukti dapat membantu mempertahankan warna hitam rambut dan juga membantu pertumbuhan rambut baru.



    sumber dari: wanitabanyumas.com

    Mariah kari





    yang ni mami sue kata Mariah Kari......heheheheee....




    sumber dari: mami-sue.blogspot.com

    kenal tak dengan pokok kari






    Tidak kiralah kalau nak buat masak kari kepala ikan ke, kari ayam ke, kari daging atau kari udang; jika tidak dibubuh dengan daun kari yang sebenar memang sesuatu masakan itu tidak akan rasa kari yang sebenar. Ada ke yang tidak kenal dengan pokok kari? Kalau dah tak kenal macam mana nak masak kari. Maka jadinya, beli sahaja di kedai mamak.



    sumber dari: cerita-cerita.net

    Rahasia Kelezatan Kari Aceh






    Muhammad (45), sang koki kampung, menuang minyak kelapa dalam kuali besi bergaris tengah nyaris semeter. Begitu mendidih, dia segera menuang aneka bumbu: serai, bungong lawang keling, daun pandan, daun salam, bawang putih keprek, bawang merah iris, dan daun temurui (bay leaf). Wangi rempah pun menguar, memenuhi kolong meunasah.

    Itu baru permulaannya saja. Muhammad lantas menuang seember penuh potongan daging dari tiga ekor kambing ke dalam kuali. Begitu daging mulai layu, ia menambahkan seember penuh bumbu kental berwarna kuning ke atasnya. Dengan tangan telanjang, Muhammad mengaduk bumbu dan daging langsung di atas kuali. Campuran air dan asam jawa kemudian ditambahkan. Ketika kuah daging mendidih, santan ditambahkan.

    Dalam dua jam, kuah kare kameng—bahasa Aceh untuk kari kambing—nan berlemak itu pun matang. Segera saja udara dipenuhi wangi kari. Muhammad menciduk kari kambing dan menyodorkannya ke empat orang juru masak senior yang hari itu berperan sebagai juru cicip. Mereka diam sesaat menunggu jejak rasa kari tercecap di lidah. Setelah itu, mereka membisiki Muhammad. Juru masak itu bergegas menambahkan garam dan beberapa rempah.

    Para pencicip mencoba lagi. Kali ini, mereka menganggukkan kepala tanda kari tersebut pantas dihidangkan dalam kenduri maulid hari itu.

    Muhammad pun bisa bernapas lega. Puluhan laki-laki di meunasah yang sedari pagi ingin berpesta kari tersenyum gembira. Mereka segera berbaris untuk mendapatkan sepiring kari. Kami juga kebagian mencicipi kari dengan daging demikian empuk. Setiap tetes kuahnya menghadirkan aneka rasa yang serasi: gurih, pedas, hangat, asin, dan asam. Hari itu kami benar-benar pesta kari.

    Di sela-sela kemeriahan pesta, Muhammad menceritakan rahasia kelezatan kari aceh. Ada 22 bumbu yang ia gunakan, antara lain kelapa gongseng, kelapa kukur, santan, kemiri, kunyit, pala, lawang keling atau bisa diganti cengkeh, lada, jahe, cabai, kayu manis, daun kari, pandan, dan sederet bumbu lain. Aneka bumbu itu harus diracik dalam takaran yang pas. ”Seberapa pun daging yang dimasak, kelezatan harus tetap sempurna,” ujar Muhammad yang biasa memasak dalam ukuran satu-dua ekor kambing atau lembu.

    Buat kami, kari masakan Muhammad hari itu sudah lezat. Namun, di lidah seorang pencicip, Razali Hanafiah (61), rasa kari itu belum sempurna. ”Bumbunya masih kurang, harusnya ada 24 bumbu,” kata Razali, paman sekaligus guru masak Muhammad.

    Dia lantas menunjukkan dua jenis bumbu yang absen dalam kari olahan Muhammad hari itu, yakni kacakra ci (kaskas ) dan jinten manis yang disimpan rapi di dalam stoples. Kacakra ci yang berbentuk butiran kecil berwarna kuning kecoklatan itu menambah rasa gurih pada kuah kari. ”Payah (susah) memang mencari bumbu ini sekarang. Kita harus cari di warung India,” kata Razali.

    ”Kalau mau lebih enak lagi, ya, ditambah biji bakung (baca: ganja),” sahut Muhammad. ”Tapi, kare kameng tadi tidak pakai, ya,” dia buru-buru menambahkan.

    Dulu, biji ganja kerap dipakai dalam masakan Aceh. Fungsinya untuk memberi rasa gurih dan mengempukkan daging. Ada yang percaya biji-biji itu meningkatkan nafsu makan. ”Saking populernya ganja di masa lalu, ada hikayat yang menulis soal itu. Biji bakung itu sempat jadi identitas orang Aceh,” kata Nurdin, peneliti hikayat sekaligus Kepala Museum Aceh.

    Sejarawan Aceh, Rusdi Sufi, menambahkan, ganja dulu dipakai orang Aceh sebagai bumbu makanan dan racikan obat. ”Waktu saya kecil, ketika tidak ada ikan atau daging untuk dimasak, cukup ambil nangka muda. Saya cincang, masak di kuali dengan bumbu kari, kasih sedikit biji bakung, sedap sudah. Itu tahun 1970-an. Sekarang tentu tidak lagi sebab ganja dilarang,” katanya diikuti tawa.



    sumber dari: travel.kompas.com